Beranda > Special Day > Apa sich sebenarnya “Valentine Day” ?

Apa sich sebenarnya “Valentine Day” ?


Sebelumnya….

Happy VALENTINE DAY buat semuanya…!!!


Meskipun telat satu hari, ga ada salahnya kalo aku posting artikel ini buat sekedar pengetahuan aja.

Kemarin banyak orang ngrayain “Valentine Day” dengan orang-orang tersayang. Di balik itu, tanpa disadari bila kita lihat labih jauh, banyak orang ga tahu gimana sich sebenarnya asal-usul dari “Valentine Day” itu sendiri.

Mungkin artikel yang aku posting ini bisa memberi sedikit pengetahuan bagi temen-temen yang baca.

Pada zaman yang modern ini, Valentine Day didominasi oleh simbol hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah nama seorang biarawan Katholik yang menjadi seorang martir. Valentine dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang. Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya.

Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luasdan menjadi luas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak sekali korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun dari bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas itu.

Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang dianggap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.

Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan membari mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Kemudian Valentine dipenjara karena ia menentang peraturan Kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi. Yang lebih mengerikan lagi, Valentine dijatuhi hukuman mati.

Di dalam penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Asterius ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha untuk mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari tentang sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanaannya lewat pelajaran itu.

Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. valentine tidak senpat untuk mengucapkan salam perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta. Ternyata di dalam surat itu adalah tertulis : “Dengan cinta dari Valentine-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal pada 14 Feburari 269 dan dimakamkan di Gereja Praksedes, Roma.

Keesokan harinya, Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. julia sembuh dari kebutaannya. Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan bahwa tanggal 14 Februari diperingati sebagai Hari Peringatan Saint Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia., suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa kesuburan yaitu Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian sexual. Caranya, mereka memasukkan nama ke sebuah wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.

Rupnya Paus tidak sreg dengan perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. mereka memasukkan nama santo dalam kotak itu. Selam setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu. gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak beruntung, karena Simeon menghabiskan hidupnya di atas pilar, tidak beranjak satu kalipun. Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami-istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kaa-kata cinta dan dalam bentuk kertu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.

Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan dianggap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkai kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu valentine modern pertama dikirim oleh Charles, seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu, dia mendekam di dalam penjara di menara London. Kartu itu hingga sekarang masih ada di pameran British Museum. Di Amerika, Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat pada tahun 1800-an.

Sayangnya dari hari ke hari, perayaan Valentine telah kehilangan suatu makna yang sejati. Semangat dan pengorbanan Saint Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komersialisasi perayaan ini.Unutk itulah kita perlu mengembalikan ESENSI perayaan ini.

Related post :

1. Asal-usul Valentine Day

2. Budaya Valentine Day

3. Apa tanggapan orang Indonesia tentang Valentine Day ?

  1. ghe
    15 Februari 2010 pukul 12:27 PM

    kunjungan balik…..
    yah asal tidak terlalu berlebihan saja…toh pada dasarnya sekarang td sedikit remaja yang hanya menutupi nafsu dengan kata cinta……
    salam kusut…..

  2. 15 Februari 2010 pukul 12:44 PM

    wah aku ga ngerayakan valentine , selamat siang .

  3. darahbiroe
    15 Februari 2010 pukul 1:01 PM

    saya gak ikut merayakan valentine days owq

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihhh😀

  4. 15 Februari 2010 pukul 1:54 PM

    sama aku jg gk ngerayain palentin, tapi ya gak ada salahnya ku ucapin juga MET PALENTIN ya…….

    makasih dah berkunjung, kunjungan balasan ne sob😉

  5. 15 Februari 2010 pukul 1:57 PM

    Suatu perayaan juga fungsinya utk mengingat kembali suatu moment. Dan jika kasih sayang aja, harus diingatkan..betapa tipisnya rasa kasih sayang ini. Terlepas pro atau kontra dgn acara valentine, yg penting inti dari peringatan tersebut. Bukankah tiap hari, tiap saat, kita bisa ungkapkan kasih sayang pada sesama atau orang yg kita cintai dan sayangi..?

    Salam hangat dan damai selalu…🙂

  6. 15 Februari 2010 pukul 10:29 PM

    saya gak ngerayain valentine sob, krn kasih syng bukan hy tgl 14/02, tp tiap hari gan..😀 tp klo dikasih hadiah aq sih terima aja.. haha..:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: