Beranda > Renungan > OPTIMIS

OPTIMIS


Ada sebuah cerita tentang sepasang anak kembar. Yang satu bertumbuh menjadi anak yang optimis dan yang lain pesimis. Orangtuanya menjadi cemas dengan keadaan anaknya, lalu membawa mereka kepada seorang psikolog.

Psikolog ini merencanakan untuk membuat kepribadian kedua anak ini seimbang (balance). Ia menganjurkan kepada orangtuanya agar pada hari ulang tahunnya, kedua anak ini ditempatkan di ruang yang terpisah. Orangtuanya lalu diminta untuk memberikan hadiah yang terbaik kepada yang pesimis dan satu kotak pupuk (kotoran) kepada yang optimis.

Orangtuanya mengintip anak yang pesimis ketika ia membuka hadiahnya. Anak ini langsung mengeluh dan berkata, “Aku tidak suka dengan hadiah ini. Hadiah ini pasti mudah rusak.”

Lalu, orangtuanya mengintip anak yang optimis ketika ia membuka hadiahnya. Anak ini melemparkan hadiahnya sambil tertawa dan ia berkata, “Engkau tidak bisa mengelabuhi aku. Dengan pupuk sebanyak ini pasti ada kudanya!”

Sesuatu yang terbaik dapat menjadi keluhan bagi orang pesimis, dan sesuatu yang busuk dapat menjadi pengharapan bagi orang yang optimis.

Kategori:Renungan
  1. Dea Imyut
    4 Februari 2010 pukul 10:33 PM

    Tulisan na bagus-bagus lho mas. . . . .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: